Sabtu, 12 Januari 2013

Pertemuan Viola dan Violin

Suatu hari,di sekolah The Muslim of Girls School di kota Rainbow Light City kedatangan murid baru yang bernama Viola Jessie Levia.

"Anak-anak, kenalkan, ini adalah Viola. Viola, silakan kamu duduk di sebelah Violin, "kata Miss Gegie.
"Baik, Miss," jawab Viola.

Aku bingung. Mmm... Mengapa namanya seperti aku? Aku Violin Jessica Lerina. Wajahnya, juga..
Saat istirahat,Violin pun bertanya kepada Viola.

"Viol, kenapa...kita seperti kembar, ya?" tanyaku sambil menyeruput wafer smoothie vannila -ku.
"Mmm... Aku juga tidak tau, Lin. Yang jelas, aku merasa sudah lama sekali mengenal kamu," jawab Viola sambil menyeruput wafer smoothie strawberry -nya.

"Oh iya! Nama ayah dan ibu kamu siapa?" tanyaku.
"Eirina Elinda Saslien dan Rico Kamaru Kusinto. Tapi sebenarnya mereka bukan orang tua kandungku. Kalau orang tuamu?" tanya Viola kembali dengan mimik muka agak sedih.

"Aku Geryna Levirina Jessieca dan Viko Raino Sinto," jawabku.
"Mmm... Nanti malam aku ke rumahmu, ya," katanya.
"Baiklah Viol," balasku.

---_---_---

"Tok,tok,tok..." Terdengar suara pintu rumahku diketuk.
Aku yang sedang membaca di kasur pun langsung beranjak.
"Ya, sebentar," jawabku.
"Assalamualaikum, Violin," terdenganr suara Viola.
"Waalaikumsallam, Viol," jawabku.
"Bunda, Ayah. Viola dan keluarganya datang," teriakku.
"Viola?" tanya Ayah dan Bunda bingung.

Tiba-tiba ibu dan ayah Viola menarik tangan orang tuaku, sepertinya mau membicarakan sesuatu.
"Sebenarnya, itu bukan anak kandung kami, melainkan anak yang ditemukan saat kami sedang berjalan-jalan," kata Mama dan Papa Viola.

"Viola, itu anak kami, Pak," kata Bunda histeris.
"Bu, tenang saja, saya sudah ikhlas untuk melepas Viola," kata mama Viola.
Bunda pun langsung berlari seketika menuju Viola.

"Viola anakku," kata Bunda histeris.
"Bunda?!" tanya Viola tak percaya.
"Bunda," kata Viola, histeris.

Mereka pun hidup bahagia selamanya...

oleh Khansa Alifah Salwani

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar